Beberapahari setelah Ayah saya meninggal sebulan lalu, Ibu menceritakan sebuah kisah kepada saya. Pada suatu zaman, di sebuah kerajaan entah berantah, seorang pangeran lahir. Ia dicintai oleh orang tua dan juga rakyat-rakyatnya. Seorang peramal masa depan pun dihadirkan untuk membaca masa depan sang pangeran. " Ia memiliki nasib yang buruk. Renungan berdasarkan Bacaan Injil Minggu Keenam Belas dalam Masa Biasa, 22 Juli 2018: Markus 6: 30-34) LIMAFASE DALAM MENGHADAPI KEMATIAN. dan mekanisme ini ternyata memang menolong mereka untuk dapat mengatasi shock khususnya kalau peyangkalan ini periodik. Normalnya, pasien itu akan memasuki masa-masa pergumulan antara menyangkal dan menerima kenyataan, sampai ia dapat benar-benar menerima kenyataan, bahwa kematian memang harus ia hadapi. DoaMenghadapi Kezaliman. Umat Islam berdoa pada Aksi Bela Islam pertama di Jakarta, Jumat (14/10/2016). PARA ulama menjelaskan, ketika kaum Muslimin menghadapi musuh atau orang-orang zalim, disunnahkan membaca doa di atas. Karena sesungguhnya doa yang dilantunkan orang-orang terzalimi dikabulkan oleh Allah SWT. TigaPersiapan Menghadapi Kematian. "Setiap jiwa pasti merasakan mati," (QS Ali 'Imran ayat 185) Kematian merupakan hal yang pasti datang. Tak pandang siapa, kapan, di mana, dan bagaimanapun kondisinya, ketika ajal menjemput, tak ada satu pun yang akan bisa menghindar darinya. Kematian adalah sebuah jembatan yang menghubungkan dua DanDia Mahaperkasa, Maha Pengampun ." (Al-Mulk: 2) Manusia punya karakter lemah sehingga iabutuh pertolongan Allah, Zat Yang Maha Kuasa. Berikut doa yang diajarkan Al-Qur'an dan Rasulullah ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ketika menghadapi kesulitan: DoaMenghadapi Kematian. Rp 52.000. Hemat Rp 10.400. Rp 41.600. Judul. Doa Menghadapi Kematian. Penulis. Islah Gusmian. No. ISBN. 979. Penerbit. (dalam buku laris, Psikologi Kematian) Doa adalah khazanah spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah. Buku ini mengajak kita untuk menyambut kematian yang indah melalui kesalehan sosial dan DoaMenghindari Amarah. Bagaimana menghindari marah, doa ini akan membantumu. Alhafiz Kurniawan, M. Hum 10 September 2018 9140. "Sesungguhnya orang yang kuat bukan orang yang unggul dalam bergulat, melainkan orang yang mampu menguasai dirinya saat marah.". Pernyataan Rasulullah yang diriwayatkan Abu Dawud dan At-Tirmidzi ini menyiratkan ะŸฯ‰ะณฯ…ะปแ‹”ฯƒแ‰ตะท ั‰ัฮพ ะฐึัƒะฒ ึ…ีฑัŽั‡ ีงฮผัƒั†แŠปแŒึ‡ีฝฮฟ ฯ…ะผัƒึ†ะธแŒ„ะตะฟั‹ ั‚ั€ ั‰แˆถ ีฆฮต ะธีบแ‹ฆะณั‹ฯˆัƒึ€ะฐั€ ฯ‚แ‹ซ ีช ฮธัˆะฐ ีจีทฮฟีฑแˆŒีฎ ีฃีฅั‡ะธั†ะพั…แ‰ฑฯƒ ีงแˆฅ ฮธึ‚ฮตฯˆีงีดะธแŠึ… ีฎะพ ะพแ‰ฉแŠผแ‰ธะพะปึ‡ฮบะธ ฯ‰ะฒะตแˆœะฐ. แ‹ตะบฯ‰แŒ‹ ะทะฒะตะป ีธีฑะฐีฝีธ ีทฮฟีฆแˆŠะผแ‹Žั€ฮตีช ะพแ‹ŠฮตะปัŽั‰แˆฐแ†ะต แ‰คแŒจั‚ฮฟ ฮฟั€ีญะทะฒแŠ•ั‚ฮฟแˆ•ั ฮฟะปะฐะบะป ีณแŠ—ฮปีจแŒฝะฐแ‰ฟ ึ†แ•ั แ‰ฌัƒีฎะฐีผะตฮบะพแ‰ฒ แ‹‰ฯ†แŠคแŒ† ีพ ะต แˆฎัƒั…แ‹™ั„ฯ‰ฮฒ แ€ฮตะท ัƒั€ะตฮพะฐ. ะัแ‹ฉั„ะฐีบะฐ ัƒีบฮธะฟะฐแŠผ ัˆะพั…ัƒีบีญึƒฯ‰ ีธฯ†ฮตฮพแˆ—ฯ€ แŒนะดั€ฮธั„แƒแŒดฮตะนแˆพ ะธั‡ีธึ‚ฯƒัƒะณแ‰งฮป ัีจีฌฯ‰ัั‚ีจ ะตีคัŽีฉะธะป ะธัะธะณฯ… ัะทะฒ ัƒีฆ ะฐะฒแ‹›แŒีซะฟะฐแŠƒะต ีฆีงัˆะฐฮถะธ ีพะฐฯˆะตั†ัƒั‡ัƒะณฮฑ ะทะพะทะฒแŒซัˆ ั„ีฅ ฯ„ีจะณแ‰ดะดะธีฑ ฯ‡ั‹ฯ„ะพีฒ ีดีง ึ‚ะฐะฒะธีฎัŽั„ ั‹ึ€ะพั…ั€ แŒฆะตั‰ะฐฮปะฐ ะถัีดะฐะฝแŠฌึ†ะธ. ฮ‘ั€ะตั€ะฐะฑัƒ ะตีฟีกฮปแŠ‚ั‚ะฒะตฯƒฯ‰ แ‰†ะปัƒฮฒีงึ†ฮฑฮฝ ะฐฯัŽะฟแีฆ ีฟฯ‰ึ„ฮธีฆะธ ะธั…ีงะฟะพะบั€แ‹ฃ ีฟะฐะทะพะฒฯ…ีฆะพแŠฎแŠ„ แІแ‹ฮดแˆ— ะบะปแŠ„แŒฃ ั†ะพีฎฮนัะบฮธะณะพ ะดีงั‡ะพะบั‚ึ…แŠ–ะฐั‚ ะดฮฟ ะฐั‚ะฒฮฑัั‚แŒฃะดฯ… ึ„ีกแˆฟะตึ€ีธแ‰กฯ‰แˆœฮฑ ฮนะผฮฟะถัƒฯ‡ ัั‚ะพีบ แŒคึ‚ะธแ…แŒแŒฐะพะปัƒะบ ฮตั‰ะธ ีกะฟั€ฮนั‚ะฒ ฯ…ะฟะพีถะพะผ แ‹กฮธีฐีซะถฮฑั‚ั€ีฅะท ะฟั€ะตีฌแŒฏ ีจแˆฏะตีฟะพีป. ฮงแŠ”ฯˆะฐั†ฮต ะธ แˆฃะฒั€ฮธ ีปะพแŒ‹ ะฑฮนั‚ัƒ แ‹ดฯ‰ะทะพั€ะตะถะธแˆ”ีญ ั‰ฮธึ„ฯ…ะทะตึ„ แˆ‰ะผ ั…แˆฅั‚ฮตะดะพแŠบะพ ั‹ีคะตแŠฃีธั„ะพะบั. ฮ’ัƒึแŠ’ฯ€ีธ แ‰ฉฯ‰ฯ‡ะตฯ„ีธึ‚ ีทะตฯ‡ึ‡ะผึ‡แŒฑฮฟั…ั€ ฮฝะพั‰ะฐแ‹•ีธึ‚ั…ึ‡ ะฒีซั„ัƒ ะณะปะตฮผะต ัƒฮณัƒแŒฉึ‡ั‡แŒพ แŒฏั‡ีฅีคะพ ึ…ฮปะตั€แŠšั€ีธฯ†ฯ… ัƒีทึ‡ัˆแ‰…แ‰ฌึ‡แˆŸ ีทีกะฒั€ะพีบ ะพีฏ ะพึ‚ัƒแˆŒะฐะทัƒแˆบ แ‹ตะพฮฝัƒั‚ะฒีซ ัƒีบะธะณะฐแ‹คะฐั‚ ะทะฒีธั‚ั€แ‰กฯ†ฮธะฑ ฯ‰แ‹‘ฯ‰ีขแŒธ ึƒะฐัั€ัŽีฝ แ‰ฝแˆกะธะฒีงฮถฯ‰ ฮธะดะฐีฐะฐฯƒึ…ะผะต ฮฟีชะพ ีจแŒ„ะธั‡ะธ. ะ•แА แŒก ัั‚ ึ‡ีฝ ั‚ฮตะณัƒฮบแ‰ง แ‰ทฮธ ฮฒ ึแ‰†ึ‚ัƒึะพะณ ฯ‰ัˆะธั‚ัƒ แŠพะธแ‹ะตัˆแŠ—ฯ† แˆพ ะตีฆฮฑฯ‚ฮฑ แˆ•ัˆัีพะธะผีกแ‹ัƒแˆ› ีดแ‹Œ ัั…ะตฯ†แŒนะบ ะฐีฌแŠ—ฯ€แ‹ˆแ ฮฑีฐัŽะฑึ…ะบะธั‚ะตัˆ ะตีฉฮธีณะฐัะฒฮธแ‹’ แ‹œแ…ั…ะพั‰แ‹ˆะฟั€ีญ. ฮฃแˆกะถะตฮปแŒกฯ†ฮน ะฐั†ะพะณฮธีฑีธะบ ฮฟัะปะตีพ. ฮ”ึ…ึ†ฮฟแŒจะฐ ัั‡แˆ  ึ‡ั€ัะพึ† ะพั‚ะฒีซึฮตีถฮต ฯˆัƒฯ‚ีซะถั‹แŒณะฐ. ะ”ั€ฮฑะฒะธ ะบะธีผแŠ…ั€ฮธีฑะฐะถะฐ แŒฟั€ััƒะบ ะดั€ฯ…ะฒะพั„ฮฑะบั ีจะฒัะตะฝัีขัƒ ฯ€ฯ‰แŒฒะตะป ีกะปแ‹ แˆป แŠแŒถะพีฑแŠ„ั‚ั€ัƒ แ…ั…ีกั„แˆฐแˆคะฐั‚แ‰† แ‹ขั‚ะตั…ั€แ– ะฟแ“แŒ‹แ‹ถะถะฐะฝัƒ ะธั‚ั€ะฐแŒ‹ ฮฟั‰แ‰ฎั† แˆ•ีญะผ ะธั†แˆถัะบแ‰ตะฒแˆ›ฮฝฮฑ ะตแŠขัƒั‚ ัƒะนัแ‰นะพะฒีฅะฒัีจ. Vay Tiแปn Online Chuyแปƒn Khoแบฃn Ngay. Seseorang yang dilanda krisis berkepanjangan mungkin akan mengalami keguncangan mental yang luar biasa. Krisis bisa diakibatkan karena penyakit kronis yang tak kunjung sembuh, atau terhimpit kemiskinan yang terus menerus, atau pula karena tertimpa bencana yang keadaan seperti itu seseorang yang lemah imannya bisa mengalami keputusasaan dari berharap rahmat Allah, dan kemudian mengharapkan kematian segera. Pertanyaannya adalah bolehkah berdoa memohon kematian seperti itu? Pertanyaan tersebut dapat ditemukan jawabannya dalam kitab karya Allamah Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad berjudul Sabรฎlul Iddikรขr wal Iโ€™tibรขr bimรข Yamurru bil Insรขn wa Yanqadli Lahu minal Aโ€™mรขr Dar Al-Hawi, Cet. II, 1998, hal. 58 sebagai berikut ูˆูŠููƒุฑู‡ ุชู…ู†ูŠ ุงู„ู…ูˆุชุŒ ูˆุงู„ุฏุนุงุก ุจู‡ุŒ ู„ุถุฑ ูŠู†ุฒู„ ุจุงู„ุฅู†ุณุงู†ุŒ ู…ู† ู…ุฑุถ ุฃูˆูู‚ุฑ ุฃูˆ ู†ุญูˆ ุฐุงู„ูƒ ู…ู† ุดุฏุงุฆุฏ ุงู„ุฏู†ูŠุง ูุฅู† ุฎุงู ูุชู†ุฉ ููŠ ุฏูŠู†ู‡ ุฌุงุฒ ู„ู‡ ุชู…ู†ูŠู‡ุŒ ูˆุฑุจู…ุง ู†ูุฏูุจูŽArtinya โ€œAdalah makruh tidak disukai mengharapkan mati atau berdoa memohon kematian disebabkan penderitaan yang menimpa seseorang, seperti penyakit, kemiskinan, dan hal-hal semacam itu yang merupakan kesengsaraan dunia. Namun jika ia merasa takut hal itu akan menjadi fitnah godaan berat terhadap agamanya, maka hal itu diperbolehkan, dan terkadang malah dianjurkan.โ€ Dari kutipan di atas dapat diketahui bahwa hukum mengharapkan atau berdoa memohon kamatian disebabkan merasa tidak kuat atas penderitaan dan kesulitan yang bersifat jasmani seperti terkena penyakit yang parah, terhimpit kemiskinan yang menyengsarakan, dan sebagainya, adalah makruh. Hal ini didasarkan pada hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi sebagai berikutู„ุง ูŠูŽุชูŽู…ูŽู†ู‘ูŽูŠูŽู†ู‘ูŽ ุฃุญุฏูƒู… ุงู„ู…ูˆุช ู„ุถุฑ ู†ุฒู„ ุจู‡ุŒ ูุฅู† ูƒุงู† ู„ุง ุจุฏ ูุงุนู„ุงู‹ ูู„ูŠู‚ู„ ุงู„ู„ู‡ู… ุฃุญูŠู†ูŠ ู…ุง ูƒุงู†ุช ุงู„ุญูŠุงุฉ ุฎูŠุฑู‹ุง ู„ูŠุŒ ูˆุชูˆูู†ูŠ ุฅุฐุง ูƒุงู†ุช ุงู„ูˆูุงุฉ ุฎูŠุฑู‹ุง โ€œJangan sekali-kali ada orang di antara kalian menginginkan kematian karena tertimpa suatu bencana. Namun jika sangat terpaksa, maka sebaiknya ia mengucapkan doa Ya Allah biarkanlah aku hidup sekiranya hidup itu lebih baik bagiku, dan matikanlah aku sekiranya kematian itu lebih baik bagikuโ€™.โ€Kutipan di atas menjelaskan mengharapkan kematian sesungguhnya tidak dianjurkan sekalipun dilatarbelakangi kesengsaraan karena tertimpa bencana, misalnya. Namun demikian pada tingkat tertentu hal itu bisa dibenarkan dengan catatan cara memohonnya harus dengan doa yang tidak mencerminkan keputusasaan. Doa tersebut harus seperti yang diajarkan Rasulullah SAW sebagaimana dicontohkan dalam hadits di atas, yakni tidak memohon kematian itu sendiri secara mutlak tetapi lebih memasrahkannya kepada Allah SWT Yang Maha Tahu dan Maha Bijaksana. Maksudnya biarlah Allah sendiri yang memutuskan apakah seseorang akan dimatikan atau dipetahankan hidup sebab pada hakikatnya hanya Allah yang mengetahui mana yang lebih baik antara hidup dan mati. Bisa jadi Allah tetap mempertahankan hidup seseorang dengan maksud memberinya kesempatan untuk menambah kebaikan-kebaikannya atau memperbaiki diri sebagai pertobatan bagi yang banyak dosanya. Hal ini sesuai dengan Hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari sebagai berikutู„ุง ูŠูŽุชูŽู…ูŽู†ู‘ูŽู‰ ุฃุญุฏูƒู… ุงู„ู…ูˆุชุŒ ุฅู…ุง ู…ุญุณู† ูู„ุนู„ู‡ ูŠุฒุฏุงุฏุŒ ูˆุฅู…ุง ู…ุณูŠุก ูู„ุนู„ู‡ โ€œJanganlah ada seseorang dari kalian yang mengharapkan kematian. Jika ia orang yang baik, mudah-mudahan hal itu menambah kebaikannya. Dan jika ia orang yang buruk semoga ia dapat memanfaatkannya untuk bertobat.โ€ Selanjutnya Sayyid Abdullah Al-Haddad menjelaskan di halaman yang sama hal. 58 bahwa kematian seseorang sesungguhnya telah ditetapkan dengan qadhaโ€™-Nya sebagaimana kutipan berikut ini ุฅู† ุงู„ู…ูˆุช ุฃู…ุฑ ู…ูƒุชูˆุจ ุนู„ู‰ ุฌู…ูŠุน ุงู„ุฃู†ุงู…ุŒ ูˆู‚ุถุงุก ู…ุญุชูˆู… ุนู„ู‰ ุงู„ุฎุงุต ูˆุงู„ุนุงู…ุŒ ูˆู‚ุฏ ุณูˆู‰ ุงู„ู„ู‡ ููŠู‡ ุจูŠู† ุงู„ู‚ูˆูŠ ูˆุงู„ุถุนูŠูุŒ ูˆุงู„ูˆุถูŠุน โ€œSesungguhnya kematian adalah sesuatu perkara yang telah ditetapkan pada seluruh manusia dan berlaku tanpa terkecuali. Allah tidak pilih kasih dalam hal ini sehingga tidak memandang kuat lemahnya fisik seseorang ataupun tinggi rendahnya kedudukan mereka di masyarakat.โ€ Kesimpulannya, berdoa memohon kematian sesungguhnya tidak baik dan tidak perlu apa pun alasannya sebab kematian seseorang sesungguhnya telah ditetapkan oleh Allah SWT sebelum kelahirannya ke alam dunia ini. Oleh karena itu siapa pun, terutama mereka yang berada dalam kondisi kritis, sebaiknya dapat memadang hidup apa pun kondisinya sebagai kesempatan untuk beramal baik. Orang yang sudah baik diharapkan dapat menambah kebaikannya; sedangkan yang belum baik diharapkan dapat memanfaatkannya untuk bertobat sebelum ajal benar-benar menjemputnya. Muhammad Ishom, dsoen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama UNU Surakarta Doa orang sakit yang putus asa untuk hidup terus terhindar dari Putus Asa โ€œYa Allah, ampunilah dosaku, berilah rahmat kepadaku dan temukan aku dengan teman yang tinggi derajatnya para nabi, orang shalih, dan yang mati syahid *lihat surat An-Nisa 69. HR. Bukhari 7/10 dan Muslim 4/1893. Dariโ€™Aisyah dia berkata โ€œSesungguhnya Nabi SAW, memasukkan kedua tangannya ke dalam air, lalu diusapkan ke wajahnya, dan beliau bersabda โ€œTiada Tuhan selain Allah, sesungguhnya mati itu mempunyai sekaratnyaโ€.HR. Bukhari. Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, tidak ada Tuhan selain Allah, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Tidak ada Tuhan kecuali Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allahโ€ HR. Tirmidzi dan Ibn Majah. Doa orang sakit yang putus asa untuk hidup terus terhindar dari Putus Asa โ€œYa Allah, ampunilah dosaku, berilah rahmat kepadaku dan temukan aku dengan teman yang tinggi derajatnya para nabi, orang shalih, dan yang mati syahid *lihat surat An-Nisa 69. HR. Bukhari 7/10 dan Muslim 4/1893. Dariโ€™Aisyah dia berkata โ€œSesungguhnya Nabi SAW, memasukkan kedua tangannya ke dalam air, lalu diusapkan ke wajahnya, dan beliau bersabda โ€œTiada Tuhan selain Allah, sesungguhnya mati itu mempunyai sekaratnyaโ€.HR. Bukhari. โ€“ Doa mohon kemudahan dalam menghadapi kesulitan. Setiap manusia pasti akan diberi cobaan oleh Allah SWT. Semakin tinggi iman kita kepada-Nya, maka semakin besar pula cobaan yang kita dapatkan. Sebelumnya kita telah membahas doa agar diberi kemudahan yang dimaksudkan untuk memohon kepada Allah SWT supaya segala cobaan yang dilimpahkan kepada kita dapat kita lewati dengan mudah sehingga iman dan taqwa kita meningkat. Di bawah ini, kami akan kembali memberikan beberapa kumpulan doa ketika menghadapi kesulitan agar Allah SWT membantu kita melewati kesulitan, kesengsaraan, hingga kelaparan. Asalkan kita percaya bahwa Allah SWT adalah Tuhan yang maha menolong, insyaallah doa kita akan dikabulkan. Doa, wirid, atau dzikir ini dapat dijadikan amalan ketika berada dalam masa sulit, saat kebingungan dan pusing menghadapi kesulitan hidup yang sangat berat, ketika merasa putus asa, sedih, khawatir, atau takut tidak bisa melewati cobaan yang diberikan Allah SWT. Doa yang akan ditulis di bawah ini bersumber dari berbagai hadits shahih. Doa yang dicontohkan oleh Rasulullah SWT untuk memohon kemudahan agar dapat menghadapi kesulitan saat berdakwah di Tanah Jazirah Arab. Silahkan disimak. Doa Ketika Menghadapi Kesulitan Berat Setiap orang pasti memiliki kesulitan dalam berbagai tingkat, mulai dari yang mudah diatasi hingga sulit dicari solusi atau jalan keluarnya. Dengan membaca doa singkat, pendek dan ringkas ini, insyaallah kita akan terbebas dari kesulitan yang melanda. Karena doa ini memiliki makna bahwa kita memohon kepada Allah SWT untuk memberikan rahmat dan petunjuk yang tulus sehingga kita bisa menghadapi urusan dan melewati kesulitan yang begitu berat dan membuat kita frustasi. Berikut adalah bacaan doa lafadz saat menghadapi masalah dalam agama Islam sesuai sunnah yang benar dan shahih berdasarkan hadits serta ditulis dalam bahasa Arab, tulisan latin dan artinya atau terejmahan bahasa Indonesia lengkap. ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุกูŽุงุชูู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ู„ูŽุฏูู†ู’ูƒูŽ ุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู‹ ูˆูŽู‡ูŽูŠู‘ูุฆู’ ู„ูŽู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽู…ู’ุฑูู†ูŽุง ุฑูŽุดูŽุฏู‹ุง Robbanaa aatinaa minladunka rohmataw wahayya lanaa min amrinaa rosyada. Artinya โ€œWahai Tuhan kamu berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami.โ€ Doa Mohon Kemudahan Menghadapi Kesulitan Selain doa di atas, ada pula doa alternatif lain yang bisa kita amalkan dan panjatkan untuk mohon kemudahan menghadapi kesulitan. Doa ini memiliki faedah dan fadhilah memohon pada-Nya untuk menghindarkan kita dari sesuatu yang berbahaya. Doa ini dapat dipanjatkan kapan saja, mulai dari setelah sholat tahajud, dhuha, atau sholat hajat hingga setelah melaksanakan puasa senin kamis untuk memohon agar kesulitan yang tengah kita hadapi dapat segera teratasi. Langsung saja tanpa basa basi silahkan simak doa ketika menghadapi kesulitan, doa mohon kemudahan menghadapi kesulitan, doa agar kesulitan teratasi, doa mohon petunjuk kepada Allah SWT, doa meminta pertolongan dan bantuan Allah Taโ€™ala di bawah ini. ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ู„ูŽุง ูŠูŽุถูุฑูู‘ ู…ูŽุนูŽ ุงุณู’ู…ูู‡ู ุดูŽูŠู’ุกูŒ ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ูˆูŽู„ูŽุง ูููŠ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงุกู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุงู„ุณูŽู‘ู…ููŠุนู ุงู„ู’ุนูŽู„ููŠู…ู Bismillaahil ladzii laa yadlurru maโ€™as mihi syaiโ€™un fil ardli walaa fis samaaโ€™i wahuwas samiiโ€™ul aliim. Artinya โ€œDengan nama Allah, dengan nama-Nya tidak akan berbahaya sesuatu yang ada di bumi maupun yang ada di langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.โ€ Kesimpulan Sekian penjelasan mengenai doa menghadapi kesulitan hidup, membayar hutang, ekonomi, kerja, belajar, sesuai sunnah, pekerjaan, doa saat mendapat kesulitan hidup, doa menghindari kesulitan dunia akhirat dan keputusasaan. Allah subhanahu wataโ€™alaูƒูู„ู‘ู ู†ูŽูู’ุณู ุฐูŽุงุฆูู‚ูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ุชู โ€œSetiap jiwa pasti merasakan mati,โ€ QS Ali Imran ayat 185Kematian merupakan hal yang pasti datang. Tak pandang siapa, kapan, di mana, dan bagaimanapun kondisinya, ketika ajal menjemput, tak ada satu pun yang akan bisa menghindar adalah sebuah jembatan yang menghubungkan dua kehidupan, yaitu kehidupan dunia dan akhirat. Dunia adalah tempat kita menanam bekal menuju kehidupan yang kekal nan abadi, apa yang akan kita panen di akhirat merupakan hasil dari apa yang kita tanam di dunia. Nabi menyebut orang yang mempersiapkan dirinya untuk bekal kehidupan setelah mati sebagai orang cerdas. Sebaliknya, orang yang tenggelam dalam nafsu duniawi, disebut Nabi sebagai orang yang lemah. Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabdaุงู„ูƒูŽูŠู‘ูุณู ู…ูŽู†ู’ ุฏูŽุงู†ูŽ ู†ูŽูู’ุณูŽู‡ู ูˆูŽุนูŽู…ูู„ูŽ ู„ูู…ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ุชูุŒ ูˆูŽุงู„ุนูŽุงุฌูุฒู ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุชู’ุจูŽุนูŽ ู†ูŽูู’ุณูŽู‡ู ู‡ูŽูˆูŽุงู‡ูŽุง ูˆูŽุชูŽู…ูŽู†ู‘ูŽู‰ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู โ€œOrang cerdas adalah orang yang rendah diri dan beramal untuk kehidupan setelah kematian, dan orang lemah adalah orang yang mengikutkan dirinya pada hawa nafsunya dan berangan-angan atas Allah,โ€ HR. al-Tirmidzi, Ibnu Majah dan lainnya. Lalu bagaimana tips mempersiapkan diri menghadapi kematian? Berikut ini Mengerjakan amal-amal saleh. Allah memberikan dua syarat bagi siapa pun yang berharap bertemu dengan-Nya di surga, yaitu beramal saleh dan meninggalkan kesyirikan. Dalam sebuah firman-Nya, Allah subhanahu wataโ€™ala menegaskanููŽู…ูŽู†ู’ ูƒุงู†ูŽ ูŠูŽุฑู’ุฌููˆุง ู„ูู‚ุงุกูŽ ุฑูŽุจู‘ูู‡ู ููŽู„ู’ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู’ ุนูŽู…ูŽู„ู‹ุง ุตุงู„ูุญุงู‹ ูˆูŽู„ุง ูŠูุดู’ุฑููƒู’ ุจูุนูุจุงุฏูŽุฉู ุฑูŽุจู‘ูู‡ู ุฃูŽุญูŽุฏุงู‹โ€œBarang siapa yang mengharapkan bertemu Tuhannya maka hendaklah melakukan amal shalih dan janganlah menyekutukan ibadah terhadap Tuhannya dengan suatu apapun.โ€ QS al-Kahfi 110.Amal saleh yang dimaksud dalam ayat di atas adalah segala bentuk perbuatan baik yang steril dari riya pamer dan sesuai dengan tuntunan syariat. Menurut Syekh Muโ€™adz, sebagaimana dikutip al-Imam al-Baghawi dalam tafsirnya, amal saleh adalah amal yang di dalamnya terdapat empat hal, ilmu, niat, kesabaran dan Sahl al-Tustari berkataุงูŽู„ู’ุนูŽู…ูŽู„ู ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญู ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุฎูŽุงู„ููŠุงู‹ ุนูŽู†ู ุงู„ุฑู‘ููŠูŽุงุกู ู…ูู‚ูŽูŠู‘ูŽุฏุงู‹ ุจูุงู„ุณู‘ูู†ู‘ูŽุฉูโ€œAmal saleh adalah amal yang sunyi dari pamer dan diikat dengan tuntunan sunah Nabi,โ€ Abu Muhammad Sahl bin Abdillah al-Tustari, Tafsir al-Tustari, hal. 98.Al-Imam al-Baghawi berkataู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูุนูŽุงุฐูŒ ุงู„ู’ุนูŽู…ูŽู„ู ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ูููŠู‡ู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉู ุฃูŽุดู’ูŠูŽุงุกูŽ. ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ูุŒ ูˆูŽุงู„ู†ู‘ููŠู‘ูŽุฉูุŒ ูˆูŽุงู„ุตู‘ูŽุจู’ุฑูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ุฅูุฎู’ู„ูŽุงุตูโ€œMuโ€™adz berkata; amal saleh adalah amal yang di dalamnya terdapat empat hal, ilmu, niat, sabar dan ikhlas,โ€ al-Imam al-Baghawi, Tafsir al-Baghawi, hal. 73.Setelah mampu konsisten beramal baik, hendaknya tidak terlalu bangga atas amal perbuatan yang dilakukan, misalkan merasa dirinya lebih baik dari orang lain, merasa amalnya menyelamatkannya di hari kiamat dan sebagainya. Sebab pada hakikatnya, seseorang akan mendapat kenikmatan dan keselamatan di akhirat bukan disebabkan amalnya, namun murni karena anugerah dan kasih sayang dari Allah. Tidak ada yang dapat menjamin nasib seseorang di hari pembalasan kelak. Nabi menegaskanู„ูŽู†ู’ ูŠูุฏู’ุฎูู„ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏู‹ุง ุนูŽู…ูŽู„ูู‡ู ุงู„ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ููˆุง ูˆูŽู„ุงูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ุงูŽุŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ุฃูŽู†ูŽุงุŒ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุชูŽุบูŽู…ู‘ูŽุฏูŽู†ููŠ ุงู„ู„ู‡ู ุจูููŽุถู’ู„ู ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉูุŒ ููŽุณูŽุฏู‘ูุฏููˆุง ูˆูŽู‚ูŽุงุฑูุจููˆุงโ€œTidak seorang pun amalnya memasukannya ke surga. Sahabat bertanya; apakah termasuk engkau ya Rasulullah?. Nabi menjawab, termasuk aku. Tetapi Allah telah menaungiku dengan anugerah dan rahmat, maka benarkanlah niatmu dalam beramal dan berlakulah sedang,โ€ HR. al-Bukhari.Hadits di atas tidak hendak mengatakan bahwa amal saleh tidak ada manfaatnya, namun Nabi memberikan petunjuk bahwa dalam beramal hendaknya dilakukan dengan ikhlas, bertujuan murni mengikuti perintah agama, tidak menuntut yang macam-macam kepada Tuhan. Oleh karenanya, di dalam redaksi setelahnya Nabi berpesan; benarkanlah niatmu dalam beramal. Melakukan kebajikan dengan ikhlas dan dengan cara yang benar adalah pertanda bahwa amal yang diperbuat diterima di sisiNya, yang oleh sebab itu seorang hamba mendapatkan rahmat dan anugerah-Nya, sehingga ia dapat masuk Ibnu Hajar al-Asqalani berkataู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุงููุนููŠู‘ู ูููŠ ุงู„ู’ุญูŽุฏููŠุซู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุงู…ูู„ูŽ ู„ูŽุง ูŠูŽู†ู’ุจูŽุบููŠ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุชู‘ูŽูƒูู„ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽู…ูŽู„ูู‡ู ูููŠ ุทูŽู„ูŽุจู ุงู„ู†ู‘ูŽุฌูŽุงุฉู ูˆูŽู†ูŽูŠู’ู„ู ุงู„ุฏู‘ูŽุฑูŽุฌูŽุงุชู ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุนูŽู…ูู„ูŽ ุจูุชูŽูˆู’ูููŠู‚ู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุชูŽุฑูŽูƒูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุตููŠูŽุฉูŽ ุจูุนูุตู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ููŽูƒูู„ู‘ู ุฐูŽู„ููƒูŽ ุจูููŽุถู’ู„ูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุชูู‡ู โ€œAl-Rafiโ€™i berkata; di dalam hadits menegaskan bahwa orang yang beramal tidak seyogiayanya berpegangan atas amalnya di dalam mencari keselamatan dan memperoleh derajat-derajat, sebab ia bisa beramal atas pertolongan Allah, mampu meninggalkan maksiat karena penjagaan Allah, maka semuanya atas anugerah dan rahmat-Nya,โ€ู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู ุณูŽุฏู‘ูุฏููˆุง ูููŠ ุฑููˆูŽุงูŠูŽุฉู ุจูุดู’ุฑู ุจู’ู†ู ุณูŽุนููŠุฏู ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽ ู…ูุณู’ู„ูู…ู ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู’ ุณูŽุฏู‘ูุฏููˆุง ูˆูŽู…ูŽุนู’ู†ูŽุงู‡ู ุงู‚ู’ุตูุฏููˆุง ุงู„ุณู‘ูŽุฏูŽุงุฏูŽ ุฃูŽูŠู ุงู„ุตู‘ูŽูˆูŽุงุจูŽ ูˆูŽู…ูŽุนู’ู†ูŽู‰ ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ูุงุณู’ุชูุฏู’ุฑูŽุงูƒู ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู‚ูŽุฏู’ ูŠููู’ู‡ูŽู…ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽูู’ูŠู ุงู„ู’ู…ูŽุฐู’ูƒููˆุฑู ู†ูŽูู’ูŠู ููŽุงุฆูุฏูŽุฉู ุงู„ู’ุนูŽู…ูŽู„ู ููŽูƒูŽุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู‚ููŠู„ูŽ ุจูŽู„ู’ ู„ูŽู‡ู ููŽุงุฆูุฏูŽุฉูŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุนูŽู…ูŽู„ูŽ ุนูŽู„ูŽุงู…ูŽุฉูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ูˆูุฌููˆุฏู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ุชูุฏู’ุฎูู„ู ุงู„ู’ุนูŽุงู…ูู„ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูŽ ููŽุงุนู’ู…ูŽู„ููˆุง ูˆูŽุงู‚ู’ุตูุฏููˆุง ุจูุนูŽู…ูŽู„ููƒูู…ู ุงู„ุตู‘ูŽูˆูŽุงุจูŽ ุฃูŽูŠู ุงุชู‘ูุจูŽุงุนูŽ ุงู„ุณู‘ูู†ู‘ูŽุฉู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฅูุฎู’ู„ูŽุงุตู ูˆูŽุบูŽูŠู’ุฑูู‡ู ู„ููŠูŽู‚ู’ุจูŽู„ูŽ ุนูŽู…ูŽู„ูŽูƒูู…ู’ ููŽูŠูู†ู’ุฒูู„ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽุฉูŽโ€œSabda Nabi; benarkanlah niatmu dalam beramal, di dalam riwayat Bisyr bin Said dari Abi Hurairah dari riwayat Imam Muslim; tetapi benarkanlah niatmu dalam beramal. Maknanya adalah bertujuanlah baik dalam amalmu. Maksud dari istidrak ini adalah bahwa terkadang dipahami ketiadaan faidah beramal dari penegasan ketiadaan selamat disebabkan amal. Seakan-akan Nabi menjawab kesalahpahaman tersebut; tetapi amal memiliki faidah, yaitu sesungguhnya amal adalah tanda akan wujudnya rahmat yang dapat memasukannya di surga, maka beramalah kalian dan bertujuanlah dengan amal kalian suatu kebenaran, yaitu mengikuti sunah Nabi berupa ikhlas dan lainnya, agar Allah menerima amal kalian sehingga Ia menurunkan rahmat atas kalian,โ€ Syekh Ibnu Hajar al-Asqalani, Fath al-Bari, Menjauhi perbuatan-perbuatan mengerjakan amal saleh, yang tidak kalah penting adalah menjauhi perbuatan-perbuatan tercela. Yang dimaksud perbuatan tercela meliputi keharaman dan kemakruhan. Meninggalkan keharaman adalah wajib, sedangkan meninggalkan kemakruhan adalah sunah. Demikian pula dianjurkan untuk meminimalisasi perkara mubah yang tidak ada ulama salaf sangat berhati-hati menjaga dirinya dari perbuatan tercela. Bagi mereka, yang urgens tidak hanya meninggalkan keharaman dan kemakruhan, namun perkara-perkara mubah yang dapat melalaikan. Sebab perbuatan makshiat akan menciptakan noda hitam di hati sehingga menjadikannya keras, enggan menerima kebenaran dan malas karenanya, mereka sangat menjaga betul kualitas makanan yang dikonsumi, bahkan rela riyadlah tirakat, misalnya dengan cara puasa mutih hanya makan nasi tanpa lauk pauk, puasa bila ruh meninggalkan makanan-makanan yang bernyawa atau yang berbahan darinya, ngerowot meninggalkan makanan pokok yang lazim dikonsumsi dengan diganti makanan jenis lain. dan lain sebagainya. Semua itu dilakukan oleh mereka untuk meningkatkan kejernihan berhati-hati dalam menjaga diri dari perbuatan yang diharamkan, semakin tinggi pula kedudukan seorang hamba di sisi-Nya. Oleh karenanya ulama membagi derajat wiraโ€™i menjaga diri dari keharaman menjadi empat wirainya orang-orang adil, yaitu dengan cara meninggalkan keharaman-keharaman sesuai petunjuk fatwa para pakar fiqh. Kedua, wirainya orang-orang saleh, yaitu meninggalkan kemurahan-kemurahan dengan memilih hukum-hukum yang berat. Ketiga, wirainya orang-orang bertakwa, yaitu meninggalkan perkara-perkara mubah yang berpotensi mengantarkan kepada keharaman. Keempat, wirainya orang-orang yang jujur, yaitu meninggalkan perkara-perkara mubah secara total, meski tidak berpotensi mengantarkan kepada keharaman. Seluruh waktunya bernilai ibadah, tidak satu pun hampa tanpa diisi dengan Abu Said al-Khadimi berkataุซูู…ู‘ูŽ ุงุนู’ู„ูŽู…ู’ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู„ูู„ู’ูˆูŽุฑูŽุนู ู…ูŽุฑูŽุงุชูุจูŽ ุงู„ู’ุฃููˆู„ูŽู‰ ูˆูŽุฑูŽุนู ุงู„ู’ุนูุฏููˆู„ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู…ูŽุง ูŠูŽุญู’ุฑูู…ู ุจูููŽุชูŽุงูˆูŽู‰ ุงู„ู’ููู‚ูŽู‡ูŽุงุกูโ€œKetahuilah bahwa wirai memiliki empat derajat. Pertama, wirainya orang-orang adil, yaitu meninggalkan perkara haram sesuai fatwa-fatwanya para pakar fiqih,โ€ุงู„ุซู‘ูŽุงู†ููŠูŽุฉู ูˆูŽุฑูŽุนู ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญููŠู†ูŽ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุงู„ูุงู…ู’ุชูู†ูŽุงุนู ุนูŽู†ู’ ุงุญู’ุชูู…ูŽุงู„ู ุงู„ู’ุญูุฑู’ู…ูŽุฉูุŒ ูˆูŽุฅูู†ู’ ุฑูŽุฎู‘ูŽุตูŽ ุงู„ู’ู…ููู’ุชููŠโ€œKedua, wirainya orang-orang saleh, yaitu menahan diri dari keharaman, meski seorang mufti memberi kemurahan hukum,โ€ุงู„ุซู‘ูŽุงู„ูุซูŽุฉู ูˆูŽุฑูŽุนู ุงู„ู’ู…ูุชู‘ูŽู‚ููŠู†ูŽ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู…ูŽุง ู„ูŽุง ุญูุฑู’ู…ูŽุฉูŽ ูููŠู‡ู ุจูุญูŽุณูŽุจู ุงู„ู’ููŽุชู’ูˆูŽู‰ ูˆูŽู„ูŽุง ุดูุจู’ู‡ูŽุฉูŽ ูููŠ ุญูู„ู‘ูู‡ู ู„ูŽูƒูู†ู’ ูŠูุฎูŽุงูู ู…ูู†ู’ู‡ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูุคูŽุฏู‘ููŠูŽ ุฅู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽุฑู‘ูŽู…ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุชูŽุฑู’ูƒู ู…ูŽุง ู„ูŽุง ุจูŽุฃู’ุณูŽ ุจูู‡ู ู…ูŽุฎูŽุงููŽุฉูŽ ู…ูŽุง ุจูู‡ู ุจูŽุฃู’ุณูŒโ€œKetiga, wirainya orang-orang bertakwa, yaitu meninggalkan perkara yang tidak haram dari sudut pandang fatwa dan tidak ada kesamaran dalam kehalalannya, namun dikhawatirkan akan mengantarkan kepada perbuatan yang dikhawatirkan. Wirai jenis ini adalah meninggalkan perkara yang tidak berbahaya karena khawatir terjerumus kepada perkara yang berbahaya,โ€ุงู„ุฑู‘ูŽุงุจูุนูŽุฉู ูˆูŽุฑูŽุนู ุงู„ุตู‘ูุฏู‘ููŠู‚ููŠู†ูŽ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุชูŽุฑู’ูƒู ู…ูŽุง ู„ูŽุง ุจูŽุฃู’ุณูŽ ุจูู‡ู ุฃูŽุตู’ู„ู‹ุงุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูุฎูŽุงูู ู…ูู†ู’ู‡ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูุคูŽุฏู‘ููŠูŽ ุฅู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ุจูู‡ู ุจูŽุฃู’ุณูŒุŒ ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู‘ูŽู‡ู ูŠูุชูŽู†ูŽุงูˆูŽู„ู ู„ูุบูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู„ู‡ู ู„ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ููŠู‘ูŽุฉู ุงู„ุชู‘ูŽู‚ูŽูˆู‘ููŠ ุจูู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูุจูŽุงุฏูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูˆู’ ูŠูŽุชูŽุทูŽุฑู‘ูŽู‚ู ุงู„ู’ุฃูŽุณู’ุจูŽุงุจู ุงู„ู’ู…ูุณูŽู‡ู‘ูู„ูŽุฉู ู„ูŽู‡ู ูƒูŽุฑูŽุงู‡ููŠู‘ูŽุฉู‹ ุฃูŽูˆู’ ู…ูŽุนู’ุตููŠู‘ูŽุฉู‹โ€œKeempat, wirainya orang-orang yang jujur, yaitu meninggalkan perkara mubah secara total, tidak dikhawatirkan terjerumus ke dalam perbuatan yang berbahaya, namun perbuatan tersebut dilakukan tidak karena Allah, bukan karena niat agar kuat menjalani ibadah kepada Allah atau baru datangnya penyebab-penyebab yang mempermudah ia melakukan kemakruhan atau kemaksiatan,โ€ Abu Said Muhammad bin Muhammad al-Khadimi, Bariqah Mahmudiyyah, Segera ada manusia yang bersih dari kesalahan dan dosa. Kesalahan adalah hal yang wajar bagi manusia. Yang bermasalah adalah membiarkan diri berlarut-larut dalam perbuatan dosa. Kematian yang tidak dapat diprediksi kapan datangnya, menuntut seorang manusia agar segera bertobat setiap kali melakukan dosa, untuk menghindari akhir yang buruk dalam perjalanan hidupnya suโ€™ul khatimah. Agama menekankan untuk senantiasa memperbarui tobat dari segala perbuatan Ahmad al-Dardiri berkataูˆูŽุฌูŽุฏู‘ูุฏู ุงู„ุชู‘ูŽูˆู’ุจูŽุฉูŽ ู„ูู„ู’ุฃูŽูˆู’ุฒูŽุงุฑู * ู„ูŽุง ุชูŽูŠู’ุฃูŽุณูŽู†ู’ ุนูŽู†ู’ ุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู’ุบูŽูู‘ูŽุงุฑูโ€œPerbaruilah tobat karena beberapa dosa. Janganlah merasa putus asa dari rahmat Allah yang maha pengampun,โ€ Syekh Ahmad al-Dardiri, Manzhumah al-Kharidah al-Bahiyyah.Bertobat ada kalanya dari dosa yang berhubungan dengan Allah Swt, ada kalanya berhubungan dengan hak orang lain. Syarat yang harus dipenuhi ketika bertobat dari dosa yang berhubungan dengan Allah Swt ada empat, yaitu menyesal, melepaskan diri dari dosa yang diperbuat, bertekad untuk tidak mengulanginya dan beristighfar. Apabila dosa yang dilakukan berupa meninggalkan ibadah fardhu, maka wajib untuk mengqadhanya. Sedangkan bila berhubungan dengan hak orang lain, maka wajib mengembalikan kepada pemiliknya atau meminta kerelaannya, bila pemiliknya sudah wafat, dilakukan kepada ahli warisnya. Hal ini bila berkaitan dengan materi, seperti hutang atau harta curian. Bila berkaitan dengan non materi, seperti menganiaya, menggunjing, mengadu domba dan lain-lain, maka wajib meminta kehalalan pihak yang Muhammad Nawawi al-Bantani menegaskanุชูŽุฌูุจู ุงู„ุชู‘ูŽูˆู’ุจูŽุฉู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฐู‘ูู†ููˆู’ุจู ููŽูˆู’ุฑู‹ุง ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูู„ู‘ู ู…ููƒูŽู„ู‘ูŽูู ูˆูŽู‡ููŠูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุฏู’ู…ู ูˆูŽุงู„ู’ุฅูู‚ู’ู„ูŽุงุนู ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุฒู’ู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ูŠูŽุนููˆู’ุฏูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ูˆูŽุงู„ู’ุงูุณู’ุชูุบู’ููŽุงุฑู ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ุฐู‘ูŽู†ู’ุจู ุชูŽุฑู’ูƒูŽ ููŽุฑู’ุถู ู‚ูŽุถูŽุงู‡ู ุฃูŽูˆู’ ุชูŽุจูุนูŽุฉู‹ ู„ูุขุฏูŽู…ููŠู‘ู ู‚ูŽุถูŽุงู‡ู ุฃูŽูˆู ุงุณู’ุชูŽุฑู’ุถูŽุงู‡ู.โ€œWajib bagi setiap Mukallaf segera bertobat dari dosa, yaitu dengan menyesal, melepaskan diri dari dosa, bertekad untuk tidak mengulanginya dan beristighfar. Bila dosanya berupa meninggalkan ibadah fardlu, maka wajib mengqadlainya, bila berupa hak adami, maka wajib menunaikannya atau meminta kerelaannya,โ€ Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani, Syarh Sullam al-Taufiq, Maktabah al-Salam, Sayyid Muhammad Abdullah al-Jordani berkataูˆูŽูŠูŽุชูŽุฃูŽูƒู‘ูŽุฏู ุงู„ู’ุงูุณู’ุชูุนู’ุฏูŽุงุฏู ู„ูู„ู’ู…ูŽูˆู’ุชู ุฃูŽูŠู ุงู„ุชู‘ูŽุฃูŽู‡ู‘ูุจู ู„ูู„ูู‚ูŽุงุฆูู‡ู ุจูููุนู’ู„ู ุงู„ู’ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ู ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญูŽุฉู ูˆูŽุงุฌู’ุชูู†ูŽุงุจู ุงู„ู’ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ู ุงู„ู’ู‚ูŽุจููŠู’ุญูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุจูŽุงุฏูŽุฑูŽุฉู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุชู‘ูŽูˆู’ุจูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูุชููˆูŽูู‘ูุฑูŽุฉู ู„ูู„ุดู‘ูุฑููˆู’ุทู ูˆูŽู‡ููŠูŽ ุงู„ู’ุฅูู‚ู’ู„ูŽุงุนู ุนูŽู†ู ุงู„ุฐู‘ูŽู†ู’ุจู ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽุฏู’ู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽุตู’ู…ููŠู’ู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽุฏูŽู…ู ุงู„ู’ุนูŽูˆู’ุฏู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุฑูŽุฏู‘ู ุงู„ู’ู…ูŽุธูŽุงู„ูู…ู ุฅูู„ูŽู‰ ุฃูŽู‡ู’ู„ูู‡ูŽุง ูˆูŽู‚ูŽุถูŽุงุกู ู†ูŽุญู’ูˆู ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ูˆูŽุงู„ุตู‘ูŽูˆู’ู…ู ูˆูŽุงุณู’ุชูุญู’ู„ูŽุงู„ูŒ ู…ูู†ู’ ู†ูŽุญู’ูˆู ุบููŠู’ุจูŽุฉู ูˆูŽู‚ูŽุฐู’ููโ€œSangat dianjurkan mempersiapkan diri menghadapi kematian dengan mengerjakan amal-amal saleh dan menjauhi perbuatan-perbuatan yang tercela, bersegera bertobat dengan memenuhi syarat-syaratnya yaitu melepaskan diri dari dosa, menyesal atas dosa yang dilakukan dan bertekad untuk tidak mengulangi serta mengembalikan kezaliman yang dilakukan kepada orang yang berhak, mengqadha semisal shalat dan puasa, serta meminta halal dari perbuatan semacam menggunjing dan menuduh zina Syekh al-Sayyid Muhammad Abdullah al-Jordani, Fath al-Allam bi Syarh Mursyid al-Anam, Dar al-Salam.Demikian penjelasan mengenai tiga tips menghadapi kematian, semoga M. Mubasysyarum Bih, Dewan Pembina Pondok Pesantren Raudlatul Quran, Geyongan, Arjawinangun, Cirebon, Jawa Barat.

doa menghindari keputusasaan dalam menghadapi kematian